Ketua MUI Agam Pimpin TIM XV Ramadhan: Bangkit dari Surau dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat

Agam, 4-5 Maret 2025 – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Agam, Dr. HM Taufiq, M.Ag, yang juga Ketua Tim XV Ramadhan, memimpin kunjungan dakwah ke berbagai masjid dalam rangka Safari Ramadhan 1446 H. Pada 4 Maret 2025, Tim XV Ramadhan mengunjungi Masjid Muasyarah di Malalak Barat, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan ini, Dr. Taufiq menyampaikan semangat Program Unggulan (PROGUL) Bupati Agam, terutama terkait tema "Bangkit dari Surau." Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali peran surau sebagai pusat pendidikan agama dan sosial kemasyarakatan, yang merupakan tradisi kuat di Minangkabau. “Surau bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan karakter generasi muda,” ujar Dr. Taufiq. Ia juga mengingatkan agar surau tidak ditinggalkan atau dirobohkan karena merupakan benteng terkuat bagi umat Islam dalam membina umat.

Dr. Taufiq menyoroti fenomena di mana masjid dan surau mulai ditinggalkan umat Islam dan sering digunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya, seperti acara baralek datuak. "Oleh karena itu, mari ajak generasi muda dan generasi tua untuk mengimarahkan masjid, mulai dari bulan Ramadhan ini dan lanjutkan sesudahnya. Ini bagian dari makna 'Bangkit dari Surau'," tambahnya.

Pada 5 Maret 2025, Ketua MUI Agam kembali memimpin Tim XV Ramadhan dalam kunjungan ke Nagari Ujuang Guguak, Kecamatan Baso. Kali ini, materi yang disampaikan lebih berfokus pada fenomena penyakit masyarakat di Kabupaten Agam. Dalam sambutannya, Dr. Taufiq menyoroti permasalahan sosial yang mengancam moralitas generasi muda, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan maraknya hoaks di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya peran ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam membimbing umat agar terhindar dari pengaruh negatif tersebut.

“Kita harus bersama-sama membangun kesadaran kolektif untuk menanggulangi penyakit masyarakat. Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar sebagai tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Tim XV ini merupakan bagian dari sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan membangun karakter generasi muda yang lebih baik.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam menyerahkan bantuan sebesar Rp 15.000.000 untuk masing-masing masjid. Dr. Taufiq, yang juga dosen UIN Bukittinggi, mengingatkan bahwa bantuan ini hanya bersifat stimulus dan harus digunakan untuk kebutuhan yang mendasar dan mendesak.